Masyarakat Dipermudah Mengurus Biometrik Umrah dan Haji

Suasana riuh rendah nampak di salah satu pusat pelayanan pengurusan visa Arab Saudi di Jakarta. Ada yang tidak biasa pada sini. Beberapa orang mengantre buat bertanya ke petugas tentang cara mengurus biometrik atau rekam sidik jari & wajah.

Sejak Kerajaan Arab Saudi (KAS) memberlakukan biometrik buat visa umrah & haji, rakyat pribadi menyerbu VFS Tasheel, pusat pelayanan biometrik dan visa buat Arab Saudi. Salah satunya merupakan Meidina, pemilik agen travel Bayu Buana. Perempuan berusia 32 tahun ini datang ke VFS Tasheel mengurus biometrik buat para kliennya. “Ini hari pertama aku mencoba mengurus biometrik, aku coba sendiri ternyata gampang,” pungkasnya

Sebelum KAS memberlakukan biometrik prapengurusan visa, umumnya Meidina akan mengirimkan dokumen di dekat tempat kerja kedutaan akbar Arab Saudi pada bilangan Kuningan, Jakarta Selatan. Dokumen tersebut, pungkasnya, harus juga dilegalisir. Prosesnya memakan ketika 3 sampai lima hari kerja.

Mediana sangat setuju menggunakan pemberlakuan biometrik ini. Menurutnya, dengan diurusnya biometrik sebelum keberangkatan, paling nir orang yg akan umrah atau haji nir akan mengantre panjang pada bandara.

Namun, ia meminta pengenalan terkait biometrik ini wajib lebih masif lagi. Pasalnya, banyak yang nir tahu ihwal ini. Apalagi, orang yang bersangkutan wajib datang eksklusif buat mengurus biometrik. “Kalau mereka nir tahu, kan kasihan,” katanya.

Setali tiga uang dengan Meidina, warga lain yang jua mengurus biometrik, Trimurti, mengaku proses mengurus biometrik relatif cepat. “Saya tahu berdasarkan rombongan umrah Travel Wisata Halal ibu-ibu tentang biometrik ini, akhirnya aku coba dan ternyata mengurusnya gampang,” kata perempuan berusuia 64 tahun ini.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Arab Saudi buat Indonesia, melalui akun resmi Twitter mereka, mengumkan terhitung sejak 24 Oktober 2018, seluruh pengajuan visa ke negara itu wajib menyertakan rekam biometrik.

“Kedutaan Arab Saudi pada Jakarta memberitahukan kepada Anda bahwa mulai lepas 14/1/1440 H bertepatan dengan 24/09/2018 M akan memberlakukan registrasi biometrik (sidik jari & gambar wajah) buat keperluan semua jenis layanan visa masuk ke Kerajaan Arab Saudi,” dikutip di akun //Twitter resmi kedutaan Arab Saudi.

Dalam unggahan itu juga disebutkan layanan tadi dapat dilakukan melalui tempat kerja layanan visa dan bio fitur ‘VFS/TasHeel’ yg memiliki 34 kantor yang beredar di seluruh Indonesia. VFS dipercaya sanggup lantaran telah memiliki pengalaman dalam perekaman sidik jari lebih menurut enam tahun. VFS pula telah berpengalaman dalam pengembangan paspor diplomasi dan khususnya pada perekaman sidik jari yang berkaitan menggunakan paspor.

“Dengan demikian, mampu memberikan layanan bagi yang berkeinginan untuk memperoleh visa lantaran masih memiliki ketika yang relatif untuk melakukan registrasi sidik jari,” lanjut unggahan tersebut.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *