Kloter Terakhir Jamaah Haji Debarkasi Solo Telah Tiba

Jamaah haji kelompok terbang (kloter) terakhir yang diberangkatkan dari Embarkasi Solo telah tiba di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Rabu (26/9). Kloter 95 tersebut terdiri atas 341 jamaah haji yang berasal dari 21 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Madinah Indah Wisata Tempatnya Travel Wisata Halal

Kasubag Humas dan Informasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo Afief Mundzir, mengatakan, pesawat yang membawa jamaah haji kloter 95 mendarat di Bandara Adi Soemarmo pada pukul 13.52 WIB. Kloter 95 terdiri atas jamaah haji asal Cilacap, Temanggung, Kebumen, Magelang, Boyolali, Sukoharjo, Purbalingga, Jepara, Solo, Brebes, Karanganyar, Batang, dan Sragen.

Paling banyak berasal dari Cilacap lebih dari 200 jamaah haji. “Kloter 95 ini memang ada jamaah cadangan masuk, kemudian jamaah yang sakit. Istilahnya kloter sapu jagad,” ucap Afief kepada wartawan di Asrama Haji Donohudan.

photo

Jamaah haji kloter terakhir dari Embarkasi Solo tiba di Asrama Haji Donohudan Kabupaten Boyolali, Rabu (26/9).

Afief menyebutkan, Embarkasi Haji Solo telah memberangkatkan total 34.024 calon jamaah haji. Kemudian yang sudah dipulangkan sampai kloter terakhir totalnya 33.947 jamaah haji. Jumlah jamaah haji yang meninggal tercatat sebanyak 72 jamaah haji. Dengan rincian meninggal di Arab Saudi sebanyak 67 jamaah haji, meninggal di pesawat satu jamaah haji dan meninggal di Indonesia sebanyak empat jamaah haji.

Selain itu, masih terdapat 10 jamaah haji yang menjalani perawatan karena sakit di Arab Saudi. “Mereka belum bisa dipulangkan karena belum ada rekomendasi dari tim kesehatan,” imbuhnya.

Nantinya, jamaah haji sakit di Arab Saudi yang sudah sembuh akan dipulangkan dengan biaya pemerintah. Para jamaah haji tersebut terkena penyakit antara lain, gangguan pernapasan, jantung dan lainnya. Mereka berasal dari Kabupaten Pemalang, Kulon Progo, Boyolali, Demak, Kendal, Banjarnegara, Banyumas dan Cilacap. Selain itu, terdapat enam jamaah haji sakit yang dirujuk ke RSUD dr Moewardi Solo.

Di sisi lain, Afief menyatakan para jamaah haji tidak ada yang terkena virus Mers. Sebelumnya ada jamaah haji yang terdeteksi terindikasi Mers karena saat diperiksa suhu tubuhnya mencapai 38 derajat celcius. Namun, ternyata jamaah haji tersebut tidak terkena Mers.

photo

Sementara itu, Wakil Sekretaris PPIH Debarkasi Solo, Abdul Jalil, menambahkan, terkait jamaah haji yang masih dirawat di Arab Saudi, nanti dari PHU maupun dari tim kesehatan akan mengirim tim rescue untuk mengevakuasi dan memantau serta mendampingi jamaah yang sakit di Arab Saudi.

Petugas haji di Arab akan dipulangkan kemudian diganti petugas rescue tersebut. “Pemulangan jamaah haji yang masih di Arab menunggu sampai jamaah layak terbang, sebelum layak terbang belum bisa dipulangkan,” ucap Abdul Jalil.

Abdul Jalil juga menyatakan, berdasarkan hasil rapat PPIH Debarkasi Solo, hasil evaluasi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini lebih bagus dibandingkan tahun lalu. Selain itu, jumlah jamaah haji yang meninggal relatif lebih rendah dibanding tahun lalu. Secara nasional, jumlah jamaah haji yang meninggal tahun lalu sebanyak 600 jamaah haji, tahun ini turun menjadi 300 jamaah haji.

“Sekarang antisipasi sudah siap, semuany lebih siap sehingga jumlah jamaah haji yang meninggal menurun. Di PPIH pun tim kesehatan langsung gerak cepat. Begitu sakit langsung ditolong lebih cepat,” imbuh Abdul Jalil.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *