26 Warga Palembang Tertipu Berangkat Umroh Murah

Travel Wisata Halal Membuat Hati Nyaman Umroh Jadi Berkah

Sekali lagi kasus penipuan dengan mode keberangkatan umroh terjadi lagi.
Kali ini setidaknya 26 warga Palembang ditipu oleh salah satu pialang layanan haji PT LAJL umrah yang mengaku sebagai perpanjangan dari PT Aufa Wisata Tour dan Travel Jakarta.
Modus operandi dengan memikat korban bisa pergi umrah dengan harga murah.
Dari kesaksian para korban, pembayaran uang muka dan setoran awal bervariasi dari Rp. 5 juta hingga Rp. 12,5 juta.
Mereka dijanjikan akan berangkat pada Januari 2018, lalu. Namun hingga kini belum terealisasi.
Didampingi oleh pengacaranya dari kantor pengacara Hj Nurmalah dan rekan, lima dari 26 korban penipuan ini melaporkan SIW dari PT LAJL sebagai pihak yang mengumpulkan dana para korban ke Polisi SPKT Palembang,
Selasa (2/10).

Menurut salah seorang pengacaranya, Hj Novida Eka Putri, SH, SIW insiden yang dialami oleh 26 kliennya terjadi antara awal September-Oktober 2017, lalu.
Di mana insiden ini dimulai ketika korban menerima tawaran dari wartawan SIW melalui brosur. Dalam brosur itu disebutkan dalam rangka aniversary salah satu maskapai penerbangan swasta nasional
14
“Dalam promo, ada promo diskon 50 persen untuk keberangkatan umroh untuk periode Desember 2017 hingga April 2018. Jadi setiap calon jemaat hanya harus membayar uang muka Rp5 juta dan pembayaran tiga bulan sebelum penunjukan,” kata Novida. didampingi oleh dua rekan, Hj Eka Novianti, SH dan Fitriyasi Madina, SH ketika ditemui di Ruang Pengaduan Polisi Palembang.

Namun, setelah uang itu disetorkan melalui rekening BCA atas nama PT LAJL, ternyata mereka juga tidak memiliki kejelasan tentang waktu keberangkatan ke tanah suci.
Yang lebih mengejutkan ketika saya mengetahui bahwa dari PT Aufa Wisata dan Perjalanan Wisata yang diwakili oleh Anas Ali Nurman Sahid, dia menekankan bahwa hingga saat ini belum menerima dokumen dan dokumen keberangkatan termasuk penerimaan biaya administrasi keberangkatan.
“Bahkan, Anas mengakui bahwa sebanyak 85 set alat umrah telah dikirim ke SIW ke Palembang,” kata Novida yang berharap laporan ini bisa ditindaklanjuti dan mengundang korban lainnya.
yang juga merasa tertipu oleh praktek SIW untuk melapor.
Sementara dikonfirmasi mengenai laporan korban ini, Unit Investigasi Kriminal Polisi Palembang, Komisaris Yon Edi Winara melalui Kepala Hubungan Masyarakat AKP Andi Haryadi menegaskan bahwa dia telah menerima laporan korban.
“Sampai saat ini laporan korban sudah ditindaklanjuti oleh unit bicara Polda Palembang,” kata Andi. (di).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *